Langsung ke konten utama

Postingan

USIA PRODUKTIF HANYA SEKEDAR NAMA

 Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...

KEKERASAN PEREMPUAN KEJAHATAN KEMANUSIAAN

Kemajuan pembangunan ekonomi dan sosial nyatanya masih meninggalkan masalah besar bagi perempuan. Kasus kekerasan dan kejahatan terhadap perempuan terus terjadi yang tak hanya menimbulkan luka dan trauma, tetapi hilangnya nyawa. Kegagalan negara melindungi perempuan adalah kegagalan negara melindungi bangsa. Beberapa bulan terakhir, kasus kejahatan terhadap perempuan sebagai istri, pacar, mantan, maupun partner romantis terjadi di sejumlah daerah. Ini adalah persoalan lama yang terus berulang. Namun, lonjakan kasus kejahatan terhadap perempuan yang muncul di media saat ini menunjukkan kondisi perempuan Indonesia tidak baik-baik saja. Sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dalam hubungan romantis yang mengemuka di media, antara lain, kasus D yang mendapatkan kekerasan dari pacarnya F. Keduanya sebagai Mahasiswa di Fakultas Tekhnik di Universitas Trunojoyo Madura. Bahkan berulang sampai empat kali.  Di Surabaya, seorang pemandu DJ mengalami penganiayaan, pelaku salah satu Anggot...

JANGAN MALU MEMBACA BUKU

Terkadang, kita merasa iri ketika melihat foto seseorang yang tampak nyaman membaca buku di muka umum. Duduk di kursi yang ada di pinggir jalan setapak, dipayungi oleh rimbunnya pepohonan. Ada juga yang menggelar tikar pikniknya dan bersandar di pohon nan kokoh. Syahdu, bukan? Sayangnya, pengalaman ini cenderung lebih banyak ditemui di luar negeri. Selain banyak tempat terbuka yang bisa bebas diakses, polusi udara yang tidak pekat pun menambah kenyamanan orang-orang yang ingin membaca di ruang terbuka publik. Di kala akses ruang terbuka publik di Indonesia yang belum cukup mendukung, masyarakat Indonesia dirasa juga belum memiliki kebiasaan membaca di mana pun dan kapan pun. Di Indonesia, buku belum menjadi teman banyak orang untuk sekadar mengisi waktu senggang di kala menunggu antrean. Scrolling gawai masih menjadi pilihan utama daripada membaca buku. Jangan heran jika ada seorang pembaca yang pernah mengalami perlakuan tidak nyaman dari orang sekitar ketika sedang membaca di area pu...

Hati-hati jatuh cinta kepada "bad body"

Lelaki berkarakter ”bad boy” memang menarik. Namun, di balik pesonanya yang menggoda, luka yang diberikan pun sering kali tak terkira. Hubungan yang sehat harus dibangun atas dasar penghormatan dan kasih sayang yang timbal balik. Sejak dulu hingga kini, dalam banyak budaya masyarakat, tipe laki-laki bad boy menjadi idaman banyak perempuan. Tingginya kepercayaan diri, dominasi, dan segala sikap yang ditunjukkan bad boy dianggap memenuhi standar maskulinitas masyarakat. Meski bad boy sering menyakiti, nyatanya banyak perempuan yang rela disakiti hingga berulang kali. Dalam dunia hiburan, aplikasi kencan, media sosial, atau pergaulan sehari-hari, lelaki berkarakter bad boy yang sedikit urakan, apa adanya, suka memberontak, tetapi juga dominan dan misterius selalu menjadi pujaan dan diidamkan perempuan. Meski mereka tahu risikonya, pesona ”bocah laki-laki nakal” itu seringkali sulit ditolak. Sebaliknya tipe pria baik-baik alias nice guy yang suka memberi perhatian, hangat, peduli, dan roya...

KRISIS ANAK MUDA

Menikah jadi babak penting perjalanan hidup manusia. Namun, menikah memiliki konsekuensi tanggung jawab pada kebahagiaan keluarga dan pendidikan anak. Kian banyak warga Indonesia hidup melajang dan usia warga yang menikah menua. Keputusan menunda menikah merupakan puncak gunung es persoalan ekonomi. Beberapa alasan menunda menikah ialah mahalnya harga rumah, biaya pendidikan, pengasuhan anak, bahan pangan, ongkos transportasi, dan ancaman pemutusan hubungan kerja. Alasan lain, selektif memilih pasangan, belum jadi prioritas, belum siap mental, dan nyaman sendiri. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik tahun 2012-2022 menunjukkan proporsi penduduk lajang naik 5,4 persen. Warga lajang pada 2012 sebanyak 40,3 juta jiwa atau 30,1 persen dari kelompok usia 15-49 tahun dan pada 2022 naik menjadi 52,6 juta jiwa atau 35,5 persen. Tren ini berlanjut pada tahun 2023. Jumlah warga lajang naik lagi menjadi 37,2 persen atau 55,8 juta orang. Hal ini berarti pada ta...

BERDAKWAH TANPA KEKERASAN

Untuk mengawali tulisan singkat ini, saya ingin mengutip salah satu perkataan Ulama kharismatik, RKH. Moh muddatstsir Badruddin, "Berdakwah pun kita tidak boleh dengan kekerasan, karena tujuan dakwah adalah untuk kebaikan. Tetapi ketika dakwah menimbulkan keburukan atau kerusakan, maka bukan dakwah lagi; kerusakan namanya. Mari kita berpikir rasional, jangan berdakwah dengan cara kekerasan, karena merugikan dakwah itu sendiri".  Pada dasarnya, berdakwah dengan kebencian dilarang dalam Islam. Karena dakwah adalah ikhtiar sadar untuk mengubah seseorang, sekelompok orang, atau suatu masyarakat menuju kepada kondisi atau keadaan yang lebih baik sesuai dengan perintah Alloh SWT dan tuntunan Rasul-Nya, yakni masyarakat yang bermoral, berakhlak karimah. Dengan demikian, esensi dakwah Islam adalah mengubah segala bentuk penyembahan kepada selain Alloh kepada keyakinan tauhid. Semua jenis kondisi kehidupan yang timpang ke arah kondisi kehidupan yang penuh dengan ketenangan batin. Sepe...

MANUSIA ITU MAKHLUK SERAKAH

Serakah adalah sifat bawaan yang membuat manusia tidak pernah merasa cukup dan puas dengan apa yang dimiliki. Meski dipandang negatif, keserakahan lah yang menggerakkan ekonomi, mendorong kemajuan, dan menjaga eksistensi manusia hingga kini. Untuk meminimalkan dampaknya pada masyarakat, keserakahan perlu diatur. Serakah, rakus, tamak, atau loba adalah keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang sesuai, sepantasnya, atau selayaknya. Sesuatu yang diperoleh itu digunakan untuk kepentingan sendiri, bukan untuk kebaikan bersama, dan sering kali merugikan orang lain. Keserakahan membuat orang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Keserakahan bisa berlaku untuk apa saja, berupa makanan, uang, harta benda, jabatan, kekuasaan, pengaruh, ketenaran, status, hingga urusan seks. Menjadikan istri, anak, menantu, dan keponakan menduduki jabatan politik seperti yang sudah dinikmati, itu rakus. Menjadi ketua umum partai politik hingga beberapa periode. seolah tak ada orang lain ya...