Langsung ke konten utama

Postingan

NGAJI OFFLINE TETAP, NGAJI ONLINE JUGA MANTAP

Saat membuka pasal Niat Mencari Ilmu, bacaan pertama yang saya lihat adalah Syi’ir Burhanuddin Sohibul Hidayah. Beliau men-Syairkan; “Sungguh merupakan kehancuran yang besar, seorang yang alim yang tak peduli. Dan..lebih parah lagi dari itu, seseorang yang bodoh yang beribadah tanpa aturan. Keduanya merupakan fitnah yang besar di alam semesta bagi orang-orang yang menjadikan keduanya sebagai pedoman”.  Tentang rusaknya zaman sebab dua kepribadian yang dijelaskan dalam syair di atas. Pertama, Alimun Mutahattikun (orang pintar yang membuat kerusakan. Kedua, Jaahilun Mutanssikun (Bodoh tapi bertopeng ahli Agama).  Jika kita lihat fenomena yang terjadi hari ini, seakan-akan menampar kita semua. Bahwa syair yang dulu hanya dibuat nyanyian sekarang nyata adanya di depan mata kepala kita sendiri. Kita lihat social media, Sabda Baginda Nabi, Ayat Al-Qur’an dengan sangat mudah diluncurkan melalui bibir para Da’I premature yang difreming oleh media atau sebagian masyarakat tanpa menelis...

MEMAKNAI KONSEP KECANTIKAN

Perihal kecantikan di dunia apakah menguntungkan atau merugikan? Dewasa ini manusia terjebak perihal cantik jika muka mulus, alis melengkung, gincu tebal lengkap dengan semua kosmetik kecantikan yang menempel di kulitnya.  Perempuan cerdas berbudi luhur tak berubah cantik jelita secara kasat mata. Begitupun perempuan Good looking yang penuh kemaksiatan tak berubah menjadi borokan. Seperti pembunuh berantai bisa saja berwajah penuh kelembutan. Begitu juga, seorang ahli ibadah bisa saja berwajah preman.  Fenomena seperti ini sebenarnya menguntungkan keduanya; pelaku kebaikan dan kejahatan. Kok bisa? Orang ahli berderma, bisa lebih menjaga keikhlasan karena tidak berubah rupawan. Orang yang banyak maksiatnya, punya kesempatan bertaubat karena tidak berubah kudisan. Iyakan?  Selama di bumi, Alloh sudi menutup aib hambaNya. Menunggu dan memotivasi agar segera bertaubat. Tapi apa yang terjadi? Mereka tidak menyadari kesempatan di atas. Malah lebih memprioritaskan kecantikan wa...

SESEKALI GEDE RASA (GR)

Sesekali boleh gede rasa (GR) jika tiba-tiba ada notif pesan cinta masuk dalam kontak Watshap. Pengirimnya sang maha cinta, maha agung dan maha bijaksana. Sebuah pesan indah dari dzat yang senantiasa memberikan limpahan anugerah.  Walaupun ternyata pesan cintanya umum, tapi setiap sirat pesan cintanya akan selalu cocok dengan relung jiwa siapapun. Aneh memang, pesanannya melalui Brodcast, tapi bisa saja personal. Sebuah tekhnologi komunikasi yang sangat canggih.  Dia bilang: Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah". QS. As-Saff Ayat 14.  Jangan-jangan penolong Agama Alloh yang dimaksud di atas itu, Ummat-Nya yang saat ini sedang berjuang melawan kebodohan, kemalasan, dan penyakit hati yang...

PEREMPUAN DALAM ANCAMAN

Perkembangan digitalisasi terus alami disrupsi, dengan begitu cepat menembus berbagai lini, terdapat berbagai segmentasi arus informasi berkeliaran di beranda-beranda tak bisa dibendung. Hal ini berimplikasi pada cara pandang manusia abad Milenial, akan tidak ada sekat dan batasan antara mereka yang elit dan Alit, antara orang desa dan orang kota, antara yang miskin dan yang kaya harta, dan antara mereka yang berpendidikan dan buta huruf, begitu juga para perempuan dan wanita. Dampak perubahan teknologi yang terus mengalami perkembangan-perkembangan di setiap saat dan waktu, bisa merubah tatanan-tatanan cara berpikir, cara berpakaian, dan cara bersosial. Begitu juga para perempuan masa silam sebelum hadirnya teknologi, sebelum hadirnya Handphone Android. Dampak dari globalisasi memperlihatkan dua dimensi yakni, economic-corporation globalization dan political- state globalization. Implikasi tersebut membawa keterpurukan dalam berbagai dimensi. Termasuk di dalamnya keikutsertaan peremp...

JATUH CINTA?

Sebelum panjang lebar menulis cinta, terlebih dahulu saya ingin mengutip Kalamnya As-Syahid Syeikh Muhammad Sa'id Romadhon Al-Buthi, "Seandainya Islam membicarakan suatu peristiwa, dan peristiwa itu hendak memberi tahu esensi dan keistimewaannya, Islam pasti mengatakan, "Sesungguhnya struktur penyusunannya adalah cinta".  Masih Kalamnya Al-Buthi, "Islam tidak pernah melarang untuk jatuh cinta, yang dilarang dalam islam adalah tindakan-tindakan negatif yang mengatasnamakan cinta". Jadi sudah jelas, bahwa jatuh cinta tidak ada larangan selama masih dalam tahap positif. Eitzzz.... Tapi cinta pada tulisan ini bukan cinta monyet, cinta alay bin lebay. Tapi cinta yang romantis. Xixixixixixi Orang yang jatuh cinta pasti selalu menyebut namanya. Berpikir dan mencoba mengerti perasaannya dengan hati. Kemudian hati mencari, mengamati, mengobservasi lalu menganalisa hingga menemukan kesimpulan.  Ketika hati menjadi ujung tombak, maka seberapa jernih hati itu memahami....

SAYAPKU TIDAK PATAH

Adakalanya kehilangan orang yang dicintai. Seolah-olah semua telah pergi, acuh tak acuh dan sibuk sendiri-sendiri. Circle yang biasanya dekat, tiba-tiba tidak terlihat. Sahabat tempat saling memikul beban, tiba-tiba mundur perlahan. Kemudian bisikan mulai meracuni, "Bagaimana kalau menyerah saja?"  Untuk yang sedang merasa ditinggal orang terkasih, mari mencoba memahami sejenak, bahwa diri ini ternyata tidak sendiri. Kekasih Alloh sekalipun seringkali kehilangan orang yang dicintai dan disayangi. Kalau tidak percaya, mari saya ajak untuk flashback.  Dalam situasi yang sangat mencekam di tengah-tengah kebengisan orang-orang Quraisy, Justru Baginda Nabi kehilangan perisainya, yakni Abu Tholib pamannya dan Sayyidah Khodijah Al-Kubro belahan jiwanya. Dua manusia yang sangat ia cintai pergi hanya dalam rentang waktu satu bulan lima hari.   Dalam kepungan musuh perang Uhud sampai merobek wajahnya, ia tidak memperdulikan dirinya sendiri, yang ia lihat malah sahabat-sahabat...

MADZHAB CINTA

Berbicara cinta, tentu bayangan kita tentang hal yang senang, karena pada hakikatnya cinta melahirkan kasih sayang diantara manusia. Rasa cinta yang selalu menguatkan jiwa untuk terus berada di dekatnya atau sekedar bercumbu mesra dalam munajat doa ketika pertemuan terhalang masa.  Cinta suci tidak lahir dari hal kotor, penuh obral janji manis di lidah, tidak pernah ada pembuktian nyata itu bukan cinta, tapi itu dusta. Cinta itu nikmat, cinta itu memabukkan. Jadi, kalau cinta kalian masih penuh derai air mata atau luka yang menyesakkan dada; tinggalkan ! Pecinta sejati itu pasti mau apa saja yang disuruh, tidak perduli harus berdarah-darah atau bahkan sampai mengurbakan nyawa demi orang yang dicintainya, karena cinta itu memabukkan dan orang itu pasti menjadi budak. Kata As-Syahid Syeikh Muhammad Sa'id Romadhon Al-Buthi, "Jika anda mencintai sesuatu dengan cinta sejati, maka anda akan menjadi budak. Dan Alloh tidak ingin anda menjadi hamba bagi selainnya, karena pada kenyata...