Langsung ke konten utama

Bangun Pagi Mendukung Prestasi

Generasi muda yang sehat, cerdas, dan unggul perlu disiapkan. Kebiasaan tidur cukup dan makan berkualitas ditumbuhkan di sekolah dan rumah.

Ester Lince Napitupulu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggerakkan tiap sekolah dan orangtua untuk menanamkan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia.

Tujuh kebiasaan ini diyakini saling terkait untuk membentuk karakter anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul. Tujuh kebiasaan anak Indonesia dimaksud ialah bangun pagi, beribadah, berolahraga, konsumsi makanan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan istirahat cukup dengan tidur cepat. Ada kekhawatiran bahwa anak-anak muda menjadi generasi nokturnal, yakni generasi yang tidur lambat dan bangun terlambat. Ini berbagai macam kebiasaan anak sekarang yang dikhawatirkan sebagai tantangan membangun karakter kuat. 

Tidur lagi usai sholat subuh mungkin jadi kebiasaan sebagian besar kaum urban. Berbagai alasan menjadi penyebabnya, mulai dari masih ngantuk, menunggu giliran menggunakan kamar mandi, atau sekadar malas gerak (mager). Kebiasaan ini telah disinggung langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu haditsnya. Fakta dan Bukti Ilmiah dalam Sabda Nabi Muhammad SAW, Rasulullah melarang umatnya tidur lagi setelah sholat subuh.
 لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ : أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيل
Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta'ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma'il." (HR. Abu Dawud).

Dalam studi para peneliti di University of South Australia di jurnal Sleep edisi 1 Oktober 2011 menemukan dampak tidur lebih awal dan bangun lebih awal pada kesehatan. Tubuh anak muda yang biasa bangun pagi dan tidur lebih cepat punya tubuh tetap langsing dan lebih aktif secara fisik daripada rekan-rekan mereka yang tidur malam, meski durasi tidur kedua kelompok sama.  

Tidur larut malam dan bangun lebih siang memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk menjadi gemuk dibandingkan mereka yang tidur cepat. Orang yang begadang hampir dua kali lebih mungkin untuk tidak aktif secara fisik serta 2,9 kali lebih mungkin untuk duduk di depan televisi dan komputer atau bermain game video lebih lama dari yang direkomendasikan. Para pakar menyadari dalam beberapa tahun terakhir bahwa anak-anak yang kurang tidur memiliki dampak kesehatan lebih buruk, termasuk risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Studi menunjukkan waktu tidur lebih penting. Pagi hari lebih kondusif untuk aktivitas fisik bagi kaum muda daripada malam hari.

Sementara itu, riset lain menunjukkan tidur yang baik memberi peluang terbaik untuk mendapatkan tidur yang cukup dan sehat setiap hari. Tidur yang sehat sangat penting dalam meningkatkan tumbuh kembang anak. Riset menunjukkan, anak-anak yang tidak cukup tidur secara konsisten lebih mungkin mengalami masalah di sekolah dan berkembang lebih lambat daripada teman sebayanya yang cukup tidur. 

Mengacu pada Akademi Kedokteran Tidur Amerika, jumlah tidur yang direkomendasikan ialah untuk usia 4-12 bulan selama 12-16 jam; usia 1-2 tahun selama 11-14 jam; usia 3-5 tahun selama 10-13 jam; usia 6-12 tahun selama 9-12 jam; serta usia 13-18 tahun selama 8-10 jam. Kebiasaan yang baik untuk kesehatan, seperti pola makan dan tidur. 

Sementara Kristin Avis, profesor madya di Departemen Pediatri Divisi Kedokteran Paru dan Tidur, mengatakan, anak-anak perlu tidur malam yang cukup untuk menunjang prestasi sekolah mereka secara keseluruhan. Kurang tidur dapat menyebabkan masalah perhatian dan ingatan di kelas, memengaruhi pengendalian impuls dan pengaturan suasana hati yang menyebabkan kecemasan dan bahkan depresi. 
Sering kali orangtua berpikir bahwa kurang tidur satu malam tidak akan jadi masalah. Padahal, itu memengaruhi mereka keesokan harinya. Jika mereka terus-menerus kurang tidur, itu bisa membesar dan memperburuk keadaan, termasuk mengejar ketertinggalan tidur di akhir pekan memperburuk keadaan. 

Demi mendapat manfaat dari pola makan dan tidur yang baik, disarankan untuk sarapan dengan buah-buahan, protein, dan biji-bijian utuh. Hindari sereal manis karena dapat menyebabkan kadar gula tinggi, lalu menurun.

Sarapan seimbang memberi energi pada tubuh untuk jangka waktu lama dan membantu mempertahankan tingkat perhatian mereka hingga makan siang, saat mereka perlu makan dengan baik. Ini membuat mereka bertahan sampai makan malam, dan tak makan camilan dengan rakus. 

Sains atau ilmu pengetahuan membuktikan pentingnya bangun pagi yang menyediakan lebih banyak waktu sebelum beraktivitas. Selain beribadah, waktu yang tersedia bisa digunakan untuk melakukan berbagai persiapan. Dengan persiapan cukup, memungkinkan seseorang tidak terburu-buru yang mencegah fluktuasi emosi dan stres.

Efek menguntungkan lain adalah rasa persiapan diri yang meningkat karena selangkah lebih maju, dibanding yang bangun kesiangan sehingga tak punya persiapan.

Produktivitas dan kemampuan otak yang baik pada akhirnya membantu memaksimalkan seluruh potensi pada diri seseorang. Dalam jangka panjang, kebiasaan bangun pagi membentuk pribadi seseorang menjadi lebih stabil, berjiwa pemimpin, dan hidup lebih bahagia. 

Islam sendiri sebetulnya telah memperingatkan umatnya bangun pagi, bahkan mulai dari sepertiga malam. Dalam hadistnya, Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya untuk memaksimalkan ibadah pada Allah SWT di malam tersebut.
 يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَلَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ 
Rabb kita tabaroka wa ta'ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: 'Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni'." (HR. Bukhari). Dengan hadist ini, sesungguhnya tidak ada alasan untuk tidur lagi usai sholat subuh. Dengan izin Alloh SWT, berkah akan menyertai mereka yang bangun 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

USIA PRODUKTIF HANYA SEKEDAR NAMA

 Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...

Generasi Z dan Kerentanan Bunuh Diri

Bunuh diri adalah puncak dari masalah kesehatan mental masyarakat dan menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Jumlah kematian akibat bunuh diri pertahun, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (Agustus, 2024) mencapai 726.000 orang, lebih tinggi dari jumlah kematian akibat sejumlah perang. Setiap jam, 83 orang bunuh diri dan sebagian besar anak muda. Masalah ini bisa dicegah, tapi butuh komitmen semua pihak. Tekanan hidup, kematangan otak dan mental, serta tsunami informasi membuat anak-anak muda berada dalam kerentanan tinggi bunuh diri.  Bunuh diri, sesuai data Organisasi Kesehatan Dunian (WHO), 29 Agustus 2024, paling banyak terjadi pada penduduk berusia 15-29 tahun. Sementara generasi Z tahun ini berumur 12-27 tahun. Generasi Z lahir di tengah perkembangan internet dan teknologi digital yang masif. Masyarakat saat ini menanggung nyeri emosional yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang hidup di masa lalu sehingga bunuh diri terus meningkat. Kompetisi,...