Langsung ke konten utama

SEBAB ANAK, SIKSA ORANG TUA DIANGKAT.

Dinukil dari kitab Tafsir Mafatihul Ghaib suatu ketika Nabi 'Isa As lewat di sebuah pemakaman dan melihat malaikat azab sedang menyiksa mayat. 

Di kesempatan lain Nabi Isa melihat kuburan itu kembali, namun pemandangannya berbeda dari pertama kali dia lewat di kuburan tersebut. 

Kuburan itu terlihat sedang di kelilingi oleh Malaikat Rohmat dengan cahaya-cahayanya. Kejadian itu membuat Nabi Isa terheran-heran dan mendorong untuk bermunajat kepada Alloh SWT. Alloh SWT berfirman, Wahai Isa hamba-Ku itu pendosa. Sejak meninggal dunia dia terkungkung dengan siksan-Ku. Hamba-Ku itu meninggal sedangkan istrinya dalam keadaan hamil. 

Ketika istrinya melahirkan dan anaknya sudah besar, istrinya memasrahkan kepada Ahli ilmu untuk belajar agama. Di saat pengajarnya menuntut untuk membaca "Bismillahirrohmanirrohim" aku malu menyiksa hamba-Ku itu di dalam bumi, sedangkan anaknya menyebut nama-Ku di atasnya"  

Terus apa alasan kita untuk tidak mendoakan orang tua kita. Ketika mereka masih hidup, didoakan untuk senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Ketika dia sudah Wafat, doakan mereka agar diampuni dosa-dosanya dan diberikan tempat terindah di sisi tuhan-Nya. 

Mari ngaji, sempatkan mendoakan mereka meski dengan doa pendek
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Sebagai bakti dan bukti kalau kita tetap menjalankan Khidmah setelah mereka berdua tidak lagi di sisi kita lagi. 

Yuk ngaji biar orang tua bahagia dan bangga di dunia dan di akhirat. Bagi para orang tua jika ingin selamat di dunia dan di akhirat, maka perintahkanlah untuk menuntut ilmu agama sebagai investasi jangka panjang ketika kita sudah kembali ke haribaan sang maha pencipta. 

Moh Toyyib Zain
06 Muharrom 1444 H.
Gedung Madrasah Tsanawiyah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

USIA PRODUKTIF HANYA SEKEDAR NAMA

 Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...