Langsung ke konten utama

MUJADDID SOSIAL MEDIA

Sampai kapanpun orang yang tidak senang terhadap islam akan berusaha memadamkan cahayanya. Menarik ummat untuk mengikuti gaya mereka, atau selalu ada konten pembuang usia hingga mendukung zina begitu masif di sosial media.

Akan tetapi cahaya itu tidak akan redup, karena Alloh selalu menjaga dengan menghadirkan hamba-Nya yang dipilih untuk memimpin dan merekonstruksi kepada nilai Islam yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. 

Hari ini tidak hanya publik figure dari kalangan selebritis yang punya panggung. Betapa banyak kehadiran Kawagis, Nawaning dan pemuda intelektual muslim di sosial media. Dengan memiliki ribuan bahkan jutaan flowers, subscribers hingga viewers menjadi oasis penghilang dahaga terhadap jiwa-jiwa yang ingin mengenal agama dengan kasih sayang dan cinta. Inilah kemudian yang menjadi kekuatan baru untuk menggaungkan nilai-nilai Islam yang santun tanpa ada cacian dan makian.

Meskipun akhir-akhir banyak yang antipati terhadap karya-karya ulama' salaf dengan alasan menjadi penghambat kemajuan peradaban, bilang Al-Qur'an ketinggalan, atau kajian itu membosankan dan propaganda lain untuk meredupkan cahaya Islam ramah dan damai ternyata kurang berhasil. 

Webiner keislaman dengan tema-tema unik, seperti Fikih kewanitaan, pembasahan permasalahan hidup, tantangan dan solusi dalam rumah tangga begitu ramai dikunjungi. Dengan gaya bahasa milenial mampu menarik perhatian para kaula muda dan berhasil memancarkan cahayanya menerangi dunia maya hingga ke dunia nyata. 

Dengan kehadiran mereka di pusaran dunia maya menjadikan perempuan muslimah berani melangkah belajar Islam lebih mendalam. Kehadiran mereka juga bisa mengalahkan riuh propaganda di dunia maya tentang kerudung bukan kewajiban melainkan budaya. 

Ada sebagian statmen dari tokoh kalau hijab itu hanya style. Jika iya, tentu hijab tidak akan bertahan hingga saat ini. Banyaknya selebritis hjiroh dan memilih untuk berhijab merupakan titik balik untuk mengenal tujuan hidupnya. Mereka luar biasa karena tidak malu, apalagi gengsi untuk pakai kerudung. 

Apakah dengan berhijab tidak cantik karena rambut indahnya tertutup? No ! Bahkan muslimah masa kini semakin cantik dan anggun, meskipun berat dengan berbagai macam cibiran omongan orang, demi mendapatkan cinta, demi menjaga kecantikan dan keanggunan yang seharusnya mereka tetap Istiqomah. Alhamdulillah 

Hari ini, Kawagis dan nawaning seleb berani lantang bersuara mengajak pada kebaikan. Mereka menuntun umat di sosial media untuk mencari cahaya dan meyakinkan bahwa mereka juga berhak mencintai dan dicintai oleh pencipta-Nya, meskipun maksiat sudah seperti gunung menjulang tinggi atau laksana busa di laut, asal mau bertaubat dan mengakui segala kesalahannya di masa lalu, masih berpotensi juga menjadi kekasih-Nya. 

Mari saksikan bersama dampak dari mujadid ini beberapa tahun kemudian. Akan banyak generasi muda bangkit dan lebih mengenal dirinya sendiri. Juga akan banyak muslimah dengan jilbab menjuntai mewarnai dunia. Prestasi, karya menfaatnya, dampaknya yang siap menjadikan dunia ini lebih baik. Tidak usah Inseceure terhadap omongan yang Unfaidah. Mereka hanya ingin meredupkan dan mematahkan semangat.  

Dilihat dari angka flowers dan subscribers kawagis, Nawaning dan pemuda intelektual muslim semakin hari semakin naik, diskusi virtual via zoom semakin merebak. Maka secara otomatis nilai-nilai Islam semakin banyak peminatnya. Hal ini merupakan tanda-tanda akan bermunculan para generasi emas di masa mendatang. Teruntuk Mujaddid Sosial media. Terima kasih sudah menerangi dunia Maya di tengah gulita propaganda.

Catatan Mtz
Sunan Ampel 05
19 Muharrom 1444.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

MENGHILANGKAN STIGMA GEN Z

Generasi Z sering kali menjadi subyek perdebatan hangat di tengah derasnya arus perubahan zaman. Masyarakat, terutama generasi sebelumnya, kerap kali memandang gen Z dengan sorotan kritis.  Mereka melabeli generasi muda ini sebagai generasi lemah yang terlalu fokus pada kesehatan mental. Ada juga yang bilang mereka generasi instan yang menginginkan segalanya serba cepat. Bahkan, melabeli dengan sebutan generasi stroberi yang dianggap enak dilihat, kreatif, tetapi rapuh alias mudah hancur. Fokus genZ pada kesehatan mental itu sebangun dengan anggapan bahwa mereka demen healing. Ini kemudian mengarahkan generasi lain untuk menyebut gen Z sebagai kelompok yang tak mampu bekerja di bawah tekanan. Generasi Z atau gen Z adalah generasi yang muncul setelah gen Y. Banyak yang melihat secara berbeda tentang tahun lahir gen Z. Umumnya mencakup mereka yang lahir dari pertengahan hingga akhir 1990-an sampai awal 2010-an. Secara lebih spesifik, banyak ahli dan peneliti menetapkan rentang tahun ...