Langsung ke konten utama

PENYESALAN PERJODOHAN

Hidup adalah kesempatan dengan segala peluang-peluangnya. Ada cinta dan sayang, ada luka dan dusta, semuanya akan selalu hadir di tengah-tengah kehidupan sehari-hari. Ada yang ikhlas menjalani, adapula yang mengeluh kenapa semua harus terjadi. Padahal, semuanya adalah kesempatan untuk memupuk diri agar lebih kuat, lebih habat dan lebih dewasa. 


Bestari berkata, "Kesempatan tidak akan datang dua kali." Mereka yang tidak memenfaatkan peluang akan terbebani oleh luka penyesalan, karena sudah menyia-nyiakan kesempatan yang sebenarnya kalau dicoba akan diraih. Kesempatan itu laksana orang yang mengetuk pintu, jika tidak dibukakan maka mereka tidak akan melakukan itu seterusnya. 


Diceritakan pernah suatu ketika ada burung yang ingin menjadi sahabat laki-laki yang tinggal sendirian. Si burung setiap hari berada di jendela laki-laki yang ingin sekali jadi sahabatnya. Lantas burung itu berkata, "Aku sangat ingin menjadi sahabatmu, maka bukalah jendela ini, agar kita bisa hidup bersama." Laki-laki itupun menjawab, "Itu tidak mungkin, bagaimana saya bisa bersahabat dengan selain manusia, sedangkan kamu hanyalah seekor burung." Burung itu terus bersikukuh ingin masuk, tapi laki-laki tetap tidak memberikan Idzin. 



Di hari ketiga burung itu datang dengan harapan semoga laki-laki itu bisa membukakan jendela rumahnya, tapi ternyata keputusannya masih sama. Hingga burung itu berteriak, "Aku mohon, bukalah jendelanya. Aku mau masuk. Musim dingin akan segera tiba. Dan kamu tahu, aku tidak bisa hidup dalam kedinginan. Jika kamu tega terus tidak mau membukakan jendela, maka terpaksa aku harus pindah Negera yang sedang musim panas. Namun pengaduan si burung hanya membuat laki-laki itu emosi dan menjawab dengan ketus, "Enyahlah dari pandanganku, aku mau menyendiri. " Seketika burung itu terbang jauh. 


Selepas burung itu terbang jauh hilang dari pandangan mata, seketika itupula laki-laki itu menyesal karena sudah menjawab dengan ketus. Kemudian dia menyesali segala perbuatannya dan berguman, "Kenapa saya tidak membukakan jendela untuknya. Otomatis aku akan mempunyai teman baru dan tentunya tidak kesepian lagi." Setiap hari laki-laki itu membuka jendelanya dengan harapan semoga nanti burung itu datang kembali, dan ingin mempersilahkannya masuk untuk hidup bersama dengan menjadi sahabat sejati. 


Tapi apakah penyesalan dan kesempatan kedua itu akan datang lagi? Setiap hari setiap waktu laki-laki itu mengharapkan kedatangan si burung di kala sudah musim panas. Namun pada kenyataannya burung itu tidak kunjung datang dan hanya penyesalan yang tersisa dalam benak hidupnya, karena sudah menyia-nyiakan kesempatan. 


Dalam perihal jodoh yang sering kali menjadi pikiran paling krusial di hati anak-anak muda. Jika sudah ada kesempatan, maka jangan sampai perbedaan kasta menjadi pemicu utama tidak kecocokan. Perbedaan atau kekurangan pada pasangan sejatinya adalah menyempurnakan satu sama lain. Bukan menjadi alasan yang sebenarnya bukan permasalahan. Kadang ada satu kekurangan pada diri kita bisa disempurnakan oleh satu orang. Layaknya Puzzle-puzzle yang kurang satu dan pasangan itulah penyempurnaannya. 


Perihal dijodohkan itulah yang terbaik menurut Alloh, Rosul, orang tua dan kerabatmu. Jadi tidak usah gaya-gaya mau bunuh diri. Karena orang tua lebih tahu siapa yang pantas untuk anaknya. Orang tuamu takut jika anaknya harus disia-siakan oleh orang yang menjadi imamnya kelak. Maka dari itu, al-Imam Zain Ad-Din Al-Iroqi pernah berkata,

النكاح رق، فلينظرا اين يضع كىيمته

"Nikah itu serupa perbudakan, maka hendaklah masing-masing dari kalian di mana kalian meletakkan Putri kesayangan kalian." 


Sebagai kesimpulan, pemuda atau pemudi yang sudah disediakan oleh orang tua merupakan saringan dari beribu-ribu muda-mudi yang pernah dilihat oleh ayah dan ibumu. Jika ada pasangan yang sudah mapan dalam hal agama, maka itu adalah kesempatan bagimu sepanjang menuju jalan Mardhotillah. Jadi jangan disia-siakan. Apalagi harus menentang !. Banyak sekali penyesalan yang dialami anak-anak muda yang dulu tidak mengiyakan pilihan orang tua dan lebih memilih kemauannya sendiri. Karena alasan saat masa pacaran dimanja, dicinta, diperhatikan, disayang dan segala-galanya. Setelah menikah ternyata keromantisan itu pudar dan yang terjadi malah sebaliknya. Di saat seperti ini mereka terbebani oleh dua penyesalan: luka penyesalan dan luka menyiakan kesempatan. 


Catatan Mtz

Moh Toyyib Zaen

Loka coffe, 23 Syawal 1443 H. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

Jalan Terjal Menaikkan Literasi Anak Negeri

Tidak ada bangsa yang mencapai kemajuan tanpa kebiasaan membaca buku. Sayangnya, gerakan literasi di Indonesia menempuh jalan terjal. Akses terhadap buku bermutu terbatas. Budaya membaca masih rendah. Tata kelola perbukuan nasional kurang terpadu. Tidak ada jalan pintas mendongkrak literasi. Tak cukup membagikan buku seperti dilakukan setiap tahun oleh berbagai lembaga pemerintah. Tingkat literasi Indonesia rendah karena berbagai hal. Salah satunya, kebiasaan membaca buku belum membudaya. Alhasil, fondasi gerakan literasi menjadi rapuh. Selain itu, minim sokongan ketersediaan buku-buku bermutu.   Pemerataan akses ke buku diperlukan untuk membudayakan kebiasaan membaca. Akses ini mewujud dalam kehadiran toko buku, perpustakaan, pojok baca, pameran buku, dan komunitas-komunitas literasi. Sayangnya, banyak kendala meningkatkan akses itu. Sejumlah toko buku tutup karena merugi. Buku-buku di pojok baca kurang diminati. Harga buku di pameran-pameran buku juga tidak ramah di kantong. Ba...

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...