Langsung ke konten utama

MUSLIMAH AKUN PRIBADI SEBATAS TEMAN PEREMPUAN DAN FAMILI.

di zaman yang sudah serba lengkap, kaum hawa semakin hari semakin berlomba-lomba dalam merawat diri. Mereka selalu ingin tampil perfecto di hadapan laki-laki ajnabi. Tebar pesona dengan Outfit kekinian. Itulah sebabnya para kaum hawa rela merogoh gocek ratusan ribu bahkan jutaan demi bisa membawa kosmetik kecantikan dan pakaian serba modis dan trendy. 

Rosululloh Saw menempatkan kecantikan diurutan kedua bukan tanpa alasan. Hal itu karena, kecantikan bagi seorang perempuan adalah senjata tajam dalam meluluhkan hati lawan jenis, sebengis dan sekejam lelaki terkadang bisa meleleh sebab melihat kecantikan si perempuan. Lelaki mana yang tidak terpesona melihat bola mata perempuan dengan celak yang mengiringi bulu matanya. Dengan keanggunan dan kepribadian akhlak membuat muda-muda bertekuk lutut di hadapannya. Harta dan tahta rela ditaruhkan oleh mereka yang sudah tersandra hatinya. 

Gaya hidup yang disalurkan dalam dua dimensi ruang dan waktu. Yakni dunia maya dan dunia nyata membuat kaum hawa semakin semangat Flexing kecantikan dan Outfit-Outfit mewah dan tentunya mahal. Media sosial menjadi faktor utama perempuan selalu tampil di dunia maya. Oleh karena itu tidak sedikit perempuan mengekspos dan mengekspresikan foto dan video di akun pribadinya hanya untuk menarik perhatian flowers, yang ujung-ujungnya adalah Like and Comen. 

Perempuan laksana permata yang ada di rak kaca, harus terjaga dan tersimpan rapat-rapat. Dari itu mereka selamat dari laki-laki hidung belang yang berusaha mencurinya. Begitupun perempuan laksana berlian berharga tidak selayaknya kecantikan itu dipertontonkan di khalayak ramai dan rela dilihat ribuan pasang mata yang tidak layak melihatnya. Lebih-lebih menjadi bahan fantasi pemuas nafsu birahi mereka. Bermedia sosial bukanlah larangan bagi kaum hawa selagi tidak melampaui batas taraf kemaksiatan dan segala Muqodimmahnya. Selagi dijadikan media untuk bersilaturrohmi dan menebarkan ilmu pengetahuan kenapa tidak !  

Perempuan muslimah tidak seharusnya menampilkan apa yang sudah dilarang,(Aurat). Cukuplah keindahan lekuk tubuh dan kecantikan wajah bagi jodohnya nanti. Tidak perlu gundah, takut tidak laku menikah. Sebab perempuan Sholehah untuk laki-laki Sholehah pula. Seperti betari pernah katakan, "Jodoh adalah cerminan dari kita sendiri." Dalam Firman-Nya Alloh juga menjelaskan dalam Suroh An-Nur yang berbunyi;
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). Wanita muslimah hendaknya menutup diri dari gemerlap dunia maya dengan tidak memposting foto dengan lekuk tubuh, wajah minor dan senyum manis bibirnya dengan gincu. Kecuali bagi keluarga dan bukan Ajnabi, maka perempuan diperbolehkan. 

Perempuan mempunyai peran penting di dunia maya. Mereka yang masih haus ilmu pengetahuan bisa disalurkan dengan mengekspos sesuatu yang berfaidah. Perempuan masa kini juga tidak boleh menutup mata dengan segala kecanggihan teknologi informasi, karena yang paling mengerti perempuan adalah perempuan itu sendiri; baik dari sisi biologis, hati ke hati dan sesuatu yang berhubungan dengan kewanitaan. Ada beberapa cara agar kaum hawa bisa menghindari sesuatu yang bisa menjerumuskan dirinya pada kemaksiatan. Yakni bisa dengan mengunci sosial medianya, kecuali bagi sesama perempuan muslimah dan Famili. Atau bisa dengan opsi kedua, yakni dengan tidak memposting foto-foto yang bisa membuat Ajnabi terpikat dengan kecantikannya. 

Muslimah Sholehah seharusnya menutup diri kecuali bagi keluarga dan juga sesama perempuan, karena muslimah yang cantik nan jelita adalah mereka yang tidak mempertontonkan dirinya di dunia maya. Mereka laksana permata tidak ternilai harganya bagi keluarga dan patut menjadi motivasi sekaligus inspirasi perempuan masa kini. Sebagaimana Sabda Rasululloh Saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar,
"Dunia ibarat sebuah harta. Dan sebaik-baiknya harta dunia adalah Wanita Sholehah." 

Sebagai kesimpulan, perempuan di zaman ini tidak akan lepas dirinya dari Smartphone dan persosmedan. Tetapi alangkah baiknya Jika perempuan muslimah tidak melampaui batas-batas yang sudah ditentukan. Dunia maya yang nampaknya sangat signifikan pada dunia nayata menjadi keharusan perempuan untuk juga ikut andil menebarkan ilmu pengetahuan. Mungkin mereka yang saat ini masih suka Flexing kecantikan karena tidak pernah mengenyam pendidikan Agama. Baik di pesantren atau luar pesantren. Maka perempuan muslimah Sholehah di kehidupan sosial dan di media sosial harus hadir di tengah-tengah mereka sebagai suri tauladan dan menebarkan Ilmu pengetahuan. 

Catatan Mtz
Gedung Madrosah Wustho
15, Syawal 1443 H.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

MENGHILANGKAN STIGMA GEN Z

Generasi Z sering kali menjadi subyek perdebatan hangat di tengah derasnya arus perubahan zaman. Masyarakat, terutama generasi sebelumnya, kerap kali memandang gen Z dengan sorotan kritis.  Mereka melabeli generasi muda ini sebagai generasi lemah yang terlalu fokus pada kesehatan mental. Ada juga yang bilang mereka generasi instan yang menginginkan segalanya serba cepat. Bahkan, melabeli dengan sebutan generasi stroberi yang dianggap enak dilihat, kreatif, tetapi rapuh alias mudah hancur. Fokus genZ pada kesehatan mental itu sebangun dengan anggapan bahwa mereka demen healing. Ini kemudian mengarahkan generasi lain untuk menyebut gen Z sebagai kelompok yang tak mampu bekerja di bawah tekanan. Generasi Z atau gen Z adalah generasi yang muncul setelah gen Y. Banyak yang melihat secara berbeda tentang tahun lahir gen Z. Umumnya mencakup mereka yang lahir dari pertengahan hingga akhir 1990-an sampai awal 2010-an. Secara lebih spesifik, banyak ahli dan peneliti menetapkan rentang tahun ...