Langsung ke konten utama

Balas Dendam

Sewaktu dimondokkan oleh aba dan Almh umi di tahun 2009 saya sangat senang. Saat itu abah dan Almh ummi baru melaksanakan ibadah haji bersama KBIH AL-MIFTAH. Seperti santri pada umumnya Almh ummi sering banget ngirim ke pondok bahkan bisa dikatakan sangat cukup.

 Suatu ketika ada tetangga di depan koperasi Pondok panyeppen bilang begini, "Mat embeen jiah tak kerah atugas, sebeb Khotib la age' juah mondhuk Karo entar tedung, nuji la age' berandalan. Nkog mun sampe' kakeh atugas e melleyakinah speda langsung." Imbuhnya dengan nada meremehkan. Perkataan itu terngiang-ngiang di telinga. Bak disambar petir di siang bolong. 

Pulangan Romadhon saya adukan ke Almh ummi. Beliau hanya berkata dengan penuh harap, "Mangkanah kakeh pagenna monduk, pasampe' atugas, pa age' aba dayatah roah sampe' mareh akuliah." Sejak saat itu saya bersumpah, tidak akan pernah kuinjakkan kaki ini di atas pelaminan sebelum semuanya terwujudkan. 

Akhirnya saya pada titik ini, di tugas di tahun 2016, bisa ngabdi di pondok sampai saat ini dan bisa menyelesaikan Starata 1 tidak lain hanya ingin balas dendam. Meski pada kenyataannya Ijazah bukan jaminan harus kaya, berharta dan bertahta, tapi setidaknya saya sudah melakukan doa² umi di setiap selesai sholat. Meskipun beliau tidak bisa baca, tapi beliau bisa mengantarkan anaknya pada titik ini, mampu berdiri tegap di hadapan mereka yang dulu mencela. 

Percayalah ! hidup ini berat sangat berat, tapi balas dendam adalah hal yang sangat menyenangkan. 

Catatan Mtz.
02, Rojab 1443 H. 
Loka coffe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

USIA PRODUKTIF HANYA SEKEDAR NAMA

 Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...