Langsung ke konten utama

MERESPON PERUBAHAN

Menjadi pribadi yang lincah itu tuntutan zaman yang semakin hari semakin canggih, setiap orang bisa menjadi pribadi yang lincah, masalahhnya dia mau atau tidak. Membangun kebahagiaan sangat dibutuhkan oleh orang yang bisa bergerak dengan cepat dan berlari dengan semangat. Jika pergerakannya biasa-biasa saja dan tidak greget, maka jangan berharap kebahagiaan itu akan menghampiri.

Rumus kesuksesan dalam hidup ini dengan bergerak, mau belajar dan beradaptasi. Dia yang tidak mau bergerak seyogianya dia tidak mau belajar. Jika tidak belajar, maka dia akan tertinggal, sekuat dan sepintar apapun. Perkembangan akan menggilasnya cepat atau lambat. Besar dan kuat bukan jaminan seseorang bisa bertahan. Hebat menguasai lingkungan bukan jaminan jika dia tidak mau bergerak, tidak mau belajar dan tidak mau beradaptasi dengan perubahan zaman, karena tiba saatnya nanti apa yang sedang trend saat ini akan Segera tidak relevan. Nokia, motorolla, Sony Ericsson dan lain-lain adalah contoh brend besar yang tumbang karena tidak mau bergerak, cepat puas dan tidak bisa beradaptasi dengan perubahan. 

Seseorang yang berjiwa besar akan memiliki keinginan untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan. Seraya mengamati sebab-sebab apa yang akan terjadi di kemudian hari. Mereka memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi, keinginannya terus belajar, dan keinginan untuk mengetahui hakikat apa yang akan terjadi. Dalam kehidupannya dia selalu bertanya, "Mengapa dan untuk apa?" Sebelum melangkah dan mengambil keputusan.

Dalam mencapai tujuan yang gemilang, seorang visioner tidak hanya fokus pada kepentingan pribadi semata, tapi melihat kepentingan masyarakat yang ada di sekitarnya. Dia akan berkomunikasi, bergaul dan berkolaborasi, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Raffi Ahmad, "Sekarang sudah zamannya kolaborasi." Mereka akan melihat dunia dengan mata terbuka, dedikasinya berkerja, belajar menyumbangkan kedisiplinan untuk lingkungannya. Mereka bergerak dengan mudah beradaptasi dan berkembang sesuai dengan perubahan zaman, dia terus mengembangkan potensinya dengan bekerja, bekerja, terus belajar. Caranya yaitu senantiasa menjaga, melestarikan dan memperbaiki nilai-nilai yang baik yang terdapat di masyarakat menuju sesuatu yang lebih baik. 
ألإصلاح الى ماهوالأصلح ثم الأصلح فالأصلح
“Memperbaiki menuju sesuatu yang lebih baik, lebih baik dan seterusnya." 

Seseorang akan menjadi pemenang di masa depan, mereka yang mempercepat langkahnya, segera mungkin melakukan inovasi untuk mewujudkan impian yang dicita-citakan, tidak terjebak dalam logika lama, tidak terjebak rutinitas, tidak cepat puas dengan satu keberhasilan yang dapat menenggelamkannya. Mereka tetap gigih mecari terobosan dan inovasi. Pola pikirnya terbuka terhadap hal-hal baru, pola pikirnya tidak konservatif dan tumbuh sesuai perkembangan zaman dengan prinsip Kaidah Ushul Fikih
المحافظة على قديم الصالح والأخد بالجديد الاصلح
”Memelihara hal-hal lama yang bagus dan mengambil hal-hal baru yang lebih bagus”.

Pribadi yang lincah akan selalu melakukan tindakan cepat dan tepat untuk mewujudkan cita-citanya, tanpa pernah berhenti dengan menunggu, sebab bagi mereka yang mau bergerak pada perubahan akan memaknainya sebagai peluang, tidak akan ciut nyalinya untuk menuju perubahan yang gemilang. 


Jangan pernah terpaku pada satu kekuatan yang sangat sederhana dan itu-itu saja, karena tujuan yang sederhana akan membuat seseorang tidak mempunyai kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu yang lebih besar seseorang harus mempunyai tantangan yang besar juga untuk mengerahkan kekuatan yang sebenarnya. Pribadi yang lincah akan selalu bersegera menuju perubahan, meskipun demikian bukan berarti dia adalah orang yang keras kepala karena sudah memaksakan kehendak dan tidak mempunyai perasaan. Bahkan dia akan selalu merespon segala perubahan dengan aktif, tidak hanya menunggu kapan terjadinya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Wahab Bin Munibah

وقال وهب بن منبه في حكمة آل داود حق على العاقل أن يكون عارفًا بزمانه حافظًا للسانه مقبلًا على شأنه
احياء جز ٣ ص. ١١١
"Orang yang berakal hendaknya menjadi orang yang mengenal zaman, menjaga lisan dan bertindak sesuai keadaannya."

Unggah ungguh dalam kehidupan ini sangat penting, agar tidak terlalu kaku menyikapi perkembangan zaman. Seperti halnya hukum terus bercabang lantaran harus menyesuaikan perubahan. Sebagaimana dijelaskan dalam Kaidah Ushul Fikih
تغير الا حكام بتغير الازمان والمكان 
"Perubahan hukum sesuai dengan perubahan zaman dan tempat." Begitu juga dengan manusia. Siapa saja yang paling cepat gerakan dan tindakannya dalam merespon perkembangan zaman, maka dialah yang layak mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan. Adapun bagi orang yang tidak cepat Unggah-Ungguh, maka bersiap-siaplah untuk menjadi orang yang kalah dan tertinggal. 

Sebagai kesimpulan: pribadi yang lincah selalu optimis melihat perkembangan zaman, berusaha memenfaatkan peluang dan mengeloka resiko, serta yang tidak kalah pentingnya adalah menikmati segala prosesnya dengan suka cita. Bersegera dalam menjalankan aksinya dan menjadikan setiap waktu sebagai peluang. Sementara orang yang lambat dan lamban merespon perubahan zaman dan tetap menggunakan cara-cara lama tidak relevan, maka akan menjadi orang yang tertinggal dan dilupakan. Orang yang gerakannya hanya merangkak akan terpental jauh kebelakang, sedangkan orang yang berlari akan menembus batas finish. 

Sunan Ampel 05
Catatan Mtz. 07, Jumadil Ula 1443 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

MENGHILANGKAN STIGMA GEN Z

Generasi Z sering kali menjadi subyek perdebatan hangat di tengah derasnya arus perubahan zaman. Masyarakat, terutama generasi sebelumnya, kerap kali memandang gen Z dengan sorotan kritis.  Mereka melabeli generasi muda ini sebagai generasi lemah yang terlalu fokus pada kesehatan mental. Ada juga yang bilang mereka generasi instan yang menginginkan segalanya serba cepat. Bahkan, melabeli dengan sebutan generasi stroberi yang dianggap enak dilihat, kreatif, tetapi rapuh alias mudah hancur. Fokus genZ pada kesehatan mental itu sebangun dengan anggapan bahwa mereka demen healing. Ini kemudian mengarahkan generasi lain untuk menyebut gen Z sebagai kelompok yang tak mampu bekerja di bawah tekanan. Generasi Z atau gen Z adalah generasi yang muncul setelah gen Y. Banyak yang melihat secara berbeda tentang tahun lahir gen Z. Umumnya mencakup mereka yang lahir dari pertengahan hingga akhir 1990-an sampai awal 2010-an. Secara lebih spesifik, banyak ahli dan peneliti menetapkan rentang tahun ...