Langsung ke konten utama

JANGAN TAKUT PADA MASALAH !

Masalah adalah sesuatu yang sudah pasti kita hadapi, dan pada hakikatnya manusia sejak lahir sudah memiliki masalah masing-masing. Karena itulah seseorang tidak boleh takut. Hadapi semua masalah yang menimpa sebagai ajang pendewasaan dengan cara lapang dada dan taqorrub pada Alloh. Yang terpenting, jangan lari dari masalah, karena menghindar bukan solusi yang tepat cara menyelesaikannya, yang ada masalah-masalah baru akan bermunculan. Hadapi dengan gentelemen. 

Kealiman dan ketinggian iman seseorang bukan berarti jaminan tidak tersentuh masalah, justru mereka yang semakin bertambah imannya, maka semakin besar pula masalah yang dihadapi. Menurut Haidar Musyafa, "Masalah dan ujian hidup inilah yang Alloh jadikan sebagai jalan untuk menguji kesetiaan seorang hamba." 

Lihatlah Nabi Adam As, setelah beliau mendapatkan persembahan sujud, tiba-tiba harus keluar dari surga. Sebagaimana keterangan dalam Al Qur'an suroh Al Baqarah. Nabi Nuh As, dipukuli kaumnya hingga pingsan, namun beberapa saat kemudian beliau bersama kaumnya yang toat selamat dari banjir dan topan. Nabi Ibrohim dilemparkan ke dalam api yang berkobar-kobar, namun beliau kemudian diselamatkan dengan menjadikan api yang asalnya panas menjadi dingin. Seperti yang dijelaskan dalam Firman-Nya, 
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ
"Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim." 

Ingat pula kanjeng nabi Muhammad Saw sejak mudanya telah yatim, ditimpa berbagai cobaa, dan mangalami kejahatan dari musuh-musuhnya. Meskipun demikian beliau tetap kukuh lebih kukuh dari gunung Khiro. Tatkala seluruh upayanya telah berhasil. Seperti penaklukan-penaklukkan negara besar, tercapai pula cita-cita dan dakwahnya. 

Para pendahulu kita kuat dan tidak pernah menyerah, apalagi putus asa, bahkan mereka sabar menghadapinya dengan lapang dada. Hingga mendapatkan pertolongan dan derajat yang tinggi di sisi-Nya. Selaras dengan firman Alloh 
إن الله مع الصابرين اى بالعون والنصر
Sesungguhnya Alloh bersama dengan orang yang sabar. Bersama; dalam pertolongan dan kemenangan. Bagi mereka yang putus asa atas Rohmat-Nya, maka mereka dalam kerugian karena jauh dari pertolongan Alloh. Lebih dari itu, Alloh akan menganggap orang yang tidak sabar atas masalah dan ujian hidup sebagai hamba yang berpura-pura dengan keimanan-Nya. Nauzubillah.... 

Alloh memberikan masalah kepada hamba-Nya dengan cara memberikan masalah, mengucilkan, namun setelah itu memperlihatkan mutiara-mutiara hikmah. Benar apa yang dikatakan ulama' salaf di bawah ini:
فمن تلمح بحر الدنيا، وعلم كيف تتلقى الأمواج، وكيف يصبر على مدافعة الأيام، لم يستهون نزول بلاء، ولم يفرح بعاجل رخاء.
"Barang siapa yang memahami keadaan lautan kehidupan dunia dan tahu bagaimana gelombang pasang dan surutnya, maka akan tahu bagaimana harus bersabar menghadapi keganasan hari-hari kehidupan. Dia tidak akan pernah merisaukan turunnya bala. Tidak akan pula kaget dengan kegembiraan yang terkadang tiba-tiba." Beda bagi mereka yang tidak menjadikan masalah di sekitarnya sebagai pendewasaan dan memahami ada hikmah yang terkandung di dalamnya, dia akan cenderung mengeluh kesana-kemari dan putus asa seakan tidak ingin menjalani hidupnya yang masih panjang.

Kalau kita lebih cermat dan dewasa memahami masalah, justru dari masalah inilah kita banyak mengambil pelajaran yang bisa menginspirasi. Jika seseorang memandang masalah dari sudut pandang yang produktif, maka dia akan bisa memberdayakan potensi yang dimiliki. Benar apa yang dikatakan oleh Ust. Alil Wafa yang mengutip dari kalam gurunya, "Masalah harus dipermasalahkan, agar menjadi masalah dan menemukan solusi.' 

Setiap masalah mengandung hikmah yang tidak pernah diketahui, dari Masalah juga seseorang bisa mengambil inspirasi untuk pengembangan diri lebih kuat, lebih produktif dan lebih dewasa. Mari kita jadikan masalah sebagai cermin, masalah tidak perlu ditakuti apalagi sampai dijauhi dan dimusuhi, bahkan masalah harus kita terima dengan lapang dada dan pikiran positif sebagai cermin melakukan evaluasi dan perhatian diri. 

Sunan Ampel 05
Catatan Mtz, 29 Robius Tsani 1443 H.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

MENGHILANGKAN STIGMA GEN Z

Generasi Z sering kali menjadi subyek perdebatan hangat di tengah derasnya arus perubahan zaman. Masyarakat, terutama generasi sebelumnya, kerap kali memandang gen Z dengan sorotan kritis.  Mereka melabeli generasi muda ini sebagai generasi lemah yang terlalu fokus pada kesehatan mental. Ada juga yang bilang mereka generasi instan yang menginginkan segalanya serba cepat. Bahkan, melabeli dengan sebutan generasi stroberi yang dianggap enak dilihat, kreatif, tetapi rapuh alias mudah hancur. Fokus genZ pada kesehatan mental itu sebangun dengan anggapan bahwa mereka demen healing. Ini kemudian mengarahkan generasi lain untuk menyebut gen Z sebagai kelompok yang tak mampu bekerja di bawah tekanan. Generasi Z atau gen Z adalah generasi yang muncul setelah gen Y. Banyak yang melihat secara berbeda tentang tahun lahir gen Z. Umumnya mencakup mereka yang lahir dari pertengahan hingga akhir 1990-an sampai awal 2010-an. Secara lebih spesifik, banyak ahli dan peneliti menetapkan rentang tahun ...