Langsung ke konten utama

CATATAN NGAJI TAFSIR JALALAIN

Sesungguhnya ilmu ALLOH itu luas, dan kita sebagai hamba-nya dituntut terus menelaah, walaupun tidak secara sempurna, minimal sudah menuntaskan kewajiban sebagai satu-satunya makhluk ALLOH yang diberi tugas untuk menyelami samudera berbagai ilmu pengetahuan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur'an Suroh Al-Jum'ah : 10

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya, Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. Maka dari itu rencana ALLOH menyempurnakan manusia dengan potensi yang super lengkap agar bisa mengambil pelajaran dan faidah² yang di sekiranya. Pun, demikian hal ini tidak akan pernah terwujudkan kalau alat²nya tidak lengkap yaitu; Ilmu. 


Seperti biasa selepas Sholat berjemaah subuh pengasuh yang mulia Rkh. Moh Khoirul Wafa Wafir mengaji kitab Tafsir Jalalain karya Ulama fenomenal Syeikh Moh jalaluddin As-Shuyuti lahir 1445 (849H) - wafat 1505 (911H)) dan Syekh Moh Jalaluddin Al-Mahalli lahir pada tahun 791 H/1389 M dan wafat tahun 864 H. Ketepatan ngaji Suroh Al-An'am yang dijelaskan dalam hadits Rosulullah;  

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال " نزلت على سورة الأنعام جملة واحدة، وتبعها سبعون ألفا من الملائكة، لهم زجل بالتسبيح والتحميد "

Artinya, "Surat Al-An'am diturunkan diiringi oleh 70 Ribu malaikat yang semuanya Sambil bertasbih" tidak hanya itu, ada juga hadist Nabi yang menjelaskan keutamaan tiga Ayat dari depan Suroh Al-An'am  

"من قرأ ثلاث آيات من أول سورة الأنعام وكل الله به أربعين ألف ملك يكتبون له مثل عبادتهم إلى يوم القيامة ، وينزل ملك من السماء السابعة ومعه مرزبة من حديد ، فإذا أراد الشيطان أن يوسوس له أو يوحى فى قلبه شيئا ضربه فيكون بينه وبينه سبعون حجابا " 

Artinya, "Barang siapa yang membaca tiga awal dari Suroh Al-An'am, ALLOH akan mewakili kepada orang tersebut empat ribu malaikat untuk menulis kepada orang yang membaca, seperti ibadahnya Malaikat sampai hari kiamat. Dan malaikat dari langit ketujuh turun membawa tongkat kecil dari besi. Apabila setan berkehendak ingin mengganggunya, maka malaikat memukulkan tongkatnya. Oleh sebab itu, ketika ada orang yang membaca tiga awal dari Suroh Al-An'am maka antara orang yang membaca dan setan ada 70 penghalang. Bukankah hal ini merupakan keistimewaan yang harus jadi andalan setiap muslim, agar senantiasa dihilangkan was-was gangguan setan dan mendapatkan keistimewaan seperti ibadahnya 70 Malaikat. 


Selain juga membahas tengang Keutamaan Suroh Al-An'am yang mulia Rkh Moh khoirul Wafa Wafir juga menerangkan kepada para santri dan Asatidz bagaimana proses diciptakannya manusia pertama yakni Nabi Adam AS. Seperti yang kita ketahui bapak manusia diciptakan dari Tanah liat dengan menggabungkan semua macam tanah dan disiram dengan macam-macam air, mulai dari air yang paling suci hingga air yang kotor. Oleh karena itu menurut pandangan beliau, kalau ada orang yang masih Akhlaknya jelek mungkin karena tanah dan air yang mendominasi dari tanah dan air yang kurang bagus. Mengutip dari keterangan kitab, yang mulia Rkh Moh khoirul Wafa Wafir menjelaskan bahwa setelah Nabi Adam AS dicetak dengan bentuk Manusia kemudian oleh ALLOH dihujani air kesedihan selama 40 tahun dan air hujan kebahagiaan selama 1 tahun. Itulah sebabnya kenapa manusia lebih banyak merasakan rasa sedih dibandingkan rasa senang karena berbandingan jauh antara 40 tahun dan satu tahun. Hal demikian bukan bentuk ketidakadilan, tapi ibroh agar manusia bisa melatih dirinya menjadi hamba yang ikhlas dan to'at kepada ALLOH.    


Masjid Jami'An Nashor PPMU Panyeppen

Catatan Mtz, 27 Robiul Awwal 1443 H 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

Jalan Terjal Menaikkan Literasi Anak Negeri

Tidak ada bangsa yang mencapai kemajuan tanpa kebiasaan membaca buku. Sayangnya, gerakan literasi di Indonesia menempuh jalan terjal. Akses terhadap buku bermutu terbatas. Budaya membaca masih rendah. Tata kelola perbukuan nasional kurang terpadu. Tidak ada jalan pintas mendongkrak literasi. Tak cukup membagikan buku seperti dilakukan setiap tahun oleh berbagai lembaga pemerintah. Tingkat literasi Indonesia rendah karena berbagai hal. Salah satunya, kebiasaan membaca buku belum membudaya. Alhasil, fondasi gerakan literasi menjadi rapuh. Selain itu, minim sokongan ketersediaan buku-buku bermutu.   Pemerataan akses ke buku diperlukan untuk membudayakan kebiasaan membaca. Akses ini mewujud dalam kehadiran toko buku, perpustakaan, pojok baca, pameran buku, dan komunitas-komunitas literasi. Sayangnya, banyak kendala meningkatkan akses itu. Sejumlah toko buku tutup karena merugi. Buku-buku di pojok baca kurang diminati. Harga buku di pameran-pameran buku juga tidak ramah di kantong. Ba...

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...