Langsung ke konten utama

TUJUAN JELAS, HIDUP AKAN BERKELAS

 Menurut Haidar Musyafa' penulis buku Visioner Muslim, tujuan adalah pangkal dari perjalanan yang harus dicapai, agar tidak menimbulkan masalah dan kekecewaan di kemudian harinya. Maka dari itu setiap pelajar maupun pembisnis harus mempunyai tujuan yang jelas dan target sekiranya goal, bukan mempunyai target yang dirinya secara nalar tidak akan mampu, hal ini hanya menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang jauh lebih baik digunakan pada tujuan-tujuan lain yang pantas untuk di capai. Tujuan ini sebenarnya adalah arah kita melangkah mewujudkan impian yang sudah ditarget sebelumnya sesuai dengan visi dan misi hidup, yakni sukses di dunia Sebagai orang bermenfaat kepada dirinya dan orang lain serta memperoleh kasih sayang ALLOH dan Rosulullah dan sukses akhirat dengan mendapatkan surga. Menurut Dr. Ahzami Samiun Jazuli Penulis buku "Kehidupan Dalam Pandangan al-Qur’an” Bagi seseorang yang mampu secara optimal dalam merealisasikan tujuan hidupnya, maka sesungguhnya ia telah merealisasikan tujuan hidup dan menunjukan eksistensinya dalam hidup. Begitu juga sebaliknya, mereka yang lalai dalam tugasnya maka ia telah menghilangkan tujuan hidup dan eksistensinya dalam kehidupan. Oleh karena itu, orang yang tidak memiliki tujuan hidup adalah mereka yang tidak memiliki tugas. Hidupnya akan terasa hampa serta tidak memiliki makna.


Salah satu kegagalan yang terjadi adalah karena tidak mempunyai tujuan yang jelas, sehingga banyak dari mereka berjalan tidak tahu arah, karena tidak terkonsep dengan nyata. Jika diibaratkan sebuah pertandingan sepak bola, maka tujuan atau sasaran yang dimaksud adalah bola masuk pada tiang gawang. Dimana pada perlombaan inilah kita akan mengetahui siapa yang keluar sebagai juara. Begitupun dalam kehidupan, tujuan adalah arah yang akan menjadi titik pemberhentian ketika kita sudah sampai pada apa yang dimaksud, selama mimpi itu belum bisa terwujud maka tetap harus optimis tidak boleh pesimis. seorang visioner muda tidak pernah putus asa dan tetap tegak kembali karena tujuan yang dicita-citakan, dengan bekal potensi jasmani, rohani dan akal yang sudah diberikan ALLOH, manusia bisa keluar sebagai pemenang dan meraih kesusksesan dalam hidup dan dengan ketiga potensi di atas manusia diberikan kemampuan untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdir. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya. Kemungkinan kegagalan yang sering kita alami karena belum memaksimalkan potensi secara sempurna atau bisa jadi karena kita salah dan kurang sempurna di dalam membuat perencanaan di dalam menentukan hidup yang ingin kita raih. 


sasaran yang tepat akan memiliki arah yang jelas untuk menjalani kehidupan ini, seperti yang sudah lumrah, manusia yang tidak mempunyai tujuan yang jelas, maka tidak akan memiliki jalan untuk melangkah, tanpa target nyata dan tujuan yang jelas kita menjalani kehidupan ini tanpa arti dan kesannya hanya main-main saja, sebab kehidupan kita tidak pasti dan semua kesuksesan kita nantipun akan jauh dari kita. Maka dari itu, tujuan yang jelas dan target yang bisa dicapai dengan potensi dan memenfaatkan betul peluang di depan mata akan mengantarkan manusia pada kehidupan yang berkelas. Langkah selanjutnya yang harus kita perankan merombak ulang dan menentukan tujuan hidup kita dengan lebih jelas.


26 Robiul Awwal 1443 H

Catatan Mtz







Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN PANGGUNG SPIRITUAL

Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia.  Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi.  Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman.  Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...

MENGHILANGKAN STIGMA GEN Z

Generasi Z sering kali menjadi subyek perdebatan hangat di tengah derasnya arus perubahan zaman. Masyarakat, terutama generasi sebelumnya, kerap kali memandang gen Z dengan sorotan kritis.  Mereka melabeli generasi muda ini sebagai generasi lemah yang terlalu fokus pada kesehatan mental. Ada juga yang bilang mereka generasi instan yang menginginkan segalanya serba cepat. Bahkan, melabeli dengan sebutan generasi stroberi yang dianggap enak dilihat, kreatif, tetapi rapuh alias mudah hancur. Fokus genZ pada kesehatan mental itu sebangun dengan anggapan bahwa mereka demen healing. Ini kemudian mengarahkan generasi lain untuk menyebut gen Z sebagai kelompok yang tak mampu bekerja di bawah tekanan. Generasi Z atau gen Z adalah generasi yang muncul setelah gen Y. Banyak yang melihat secara berbeda tentang tahun lahir gen Z. Umumnya mencakup mereka yang lahir dari pertengahan hingga akhir 1990-an sampai awal 2010-an. Secara lebih spesifik, banyak ahli dan peneliti menetapkan rentang tahun ...