Langsung ke konten utama

TIDAK PULANG

 ```Tidak Pulang

--------------

Sebentar lagi kita akan merayakan hari raya idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah, tepatnya pada hari selasa ini. Beda halnya dengan hari raya idul Fitri yang biasa kita laksanakan di kampung halaman, hari raya idul Adha dengan segala sukacitanya dirasakan di pondok pesantren tercinta. Mungkin menurut orang² apakah tidak merasa sedih, karena momentum hari raya biasanya dilaksanakan dengan berkumpul bersama keluarga dan Silaturrahim?


Menjalani serangkaian kegiatan hari raya di pondok itu bercampur aduk. Ada suka, ada duka, bagi sebagian para pejuang yang baru mondok, karena mungkin masih belum bisa beradaptasi dengan kebiasaaan. Salahsatu yang dilakukan pondok adalah mengadakan lomba gebyar adha yang dimotori oleh Himpunan Murid Madrasah (HIMMAH) dengan berbagai macam varian lomba, untuk menjadi hiburan bagi para santri yang tidak pulang. 


Pelakasanaan sholat i'ed yang dipimpin oleh Fadilatus Syekh Rkh Moh Muddatstsir Badruddin dan biasanya Kyai sepuh memberikan edukasi dan nasihat-nasihat karena tidak pulang diakhiri sowan kepada beliau merupakan moment yang sangat berkesan, karena bisa langsung mencium astah beliau. Bagi santri dari luar mempunyai keistimewaan khusus, yakni bisa makan bersama kyai sepuh, layaknya anak dengan orang tua, karena beda dengan Santri yang di wilayah madura, setelah sholat i'ed dikirim oleh orang tuanya masing-masing dan makan bersama di pos pengiriman. 


05, Dzulhijjah 1442 H```

Komentar

Postingan populer dari blog ini

USIA PRODUKTIF HANYA SEKEDAR NAMA

 Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...

MEREKA BERDUA PERISAI HATI KITA

Pribahasa populer, "Jika orang tua jatuh ke dalam sumur, anak sibuk mencari tangga untuk menolongnya. Berbeda jika anak yang jatuh ke dalam sumur, orang tua langsung terjun bebas untuk menyelamatkannya." Orang tua tidak berpikir dua kali ketika anak dalam keadaan darurat, mereka spontan akan menyelamatkan meski nyawa yang harus dipertaruhkan.  Hal seperti ini tidak pernah terlintas dalam pikiran sering dikerjakan oleh orang tua, mereka rela mengorbankan nyawa asalkan sang anak tetap baik-baik saja. Ini menjadi salah satu wujud cinta dan sayang orang tua kepada anaknya. Di saat bahaya mengancam, orang tua hadir dengan gagah berani menjadi perisai sang buah hati.  Di tengah-tengah problematika hidup yang datang silih berganti. Belum juga selesai masalah yang satu, datang masalah baru. Tidak bisa dipungkiri, sebagai fitrah manusia, pengorbanan dan perjuangan akan senantiasa mewarnai kehidupan sehari-hari. Terutama orang tua, masalah datang bukan hanya dari satu sisi, melainkan d...

SANTUNAN ANAK YATIM DAN PRIVASI YANG PERLU DIJAGA

Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...