Sosoknya sangat lembut, tutur katanya penuh dengan hikmah, ilmunya luas sedalam samudera, pribadinya sangat sederhana jauh dari kesenangan duniawi, jauh dari dendam dan benci. Beliau idola penuntut ilmu dari belahan dunia, beliau masyhur dengan karyanya bukan dengan kekayaan atau pangkatnya. Salam terima kasih Ummul mukminin Sayyidah Aisyah kepada sosok As-Syahid, cintanya kepada keluarga Kanjeng nabi Muhammad mendarah daging bukan hanya di lisan. Beliau membantah orang² yang merongrong kewibawaan keluarga nabi dengan debat dan tulisan. Siapa saja yang mendengarkan Muhadhoroh beliau akan terpaku keindahan kata² cintanya. ALLOH sengaja menciptakan beliau untuk menjadi penerang kaum² yang masih tersesat menuju jalannya, kata² yang disusun ini tidak bisa mewakili Kealiman ilmu dan keagungan akhlaknya. Panyeppen, 24 Muharrom 1443 H.
Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia. Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi. Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman. Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...
Komentar
Posting Komentar