Dalam lembaran² panjang penuntut ilmu itu harus melalui semak belukar yang merupakan fase sangat sulit dan berat, yang berhasil melewatinya hanyalah orang² besar lagi berjiwa pahlawan. Dari kalangan penggila ilmu, yang dapat merasakan kelezatannya dan yang hertekad bulat meraihnya, walaupun hal itu kamu harus melewati jalan terjal membentang luas. Sebagaimana yang dikatakan pujangga "Katakanlah kepada orang yang berharap derajat tinggi tanpa diiringi jerih payah dan ujian² kamu telah berharap suatu yang mustahil." Kemuliaan dan keluhuran kaitannya sangat erat dengan kesulitan dan kesusahan serta diliputi ujian² yang menghadang. Untuk menyeberanginya harus melalui jembatan kesulitan dan penderitaan. Hal ini sesuai yang dikatakan oleh Imam Yahya Bin Abu Katsir "Ilmu tidak mungkin bisa diraih oleh orang yang bersantai²". Bro, musibah saat ini jangan sampai menjadi pengendor semangat yang sudah tertanam, bahkan kali kau dituntut untuk lebih semangat lagi mengangkat derajat kemulian dan keluhuran ibundamu di syurganya. Semangat !```
Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia. Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi. Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman. Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...
Komentar
Posting Komentar