Manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara ciptaan ALLOH dan Khalifah di muka bumi ini memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi segala problematika kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dalam konteks hubungan dengan ALLOH, sesama makhlukpun menjadi tanggung jawabnya dalam menegakkan syariat-syariat ALLOH agar menjadi hamba yang beriman dan berdudi luhur dengan akhlak yang menjunjung tinggi nilai-nilai islam rahmatan Lil Alamin. Kita tahu hukum-hukum ALLOH di bagi menjadi berapa bagian. Dalam kitab ورقات فى علم وصول الفقه hukum itu ada tujuh, diantaranya Wajib, Mandub, haram, makruh, mubah, sah dan batal, semuanya mempunyai defisii masing-masing. Namun, yang menjadi point penting tulisan ini adalah MUBAH yang artinya apabila dikerjakan tidak berpahala dan tidak berdosa, jika ditinggalkanpun tidak berdosa dan tidak berpahala. Hukum ini cenderung diterapkan pada perkara yang semakin bersifat keduniaan, terkadang oleh orang-orang diartikan kepada sesuatu yang kurang pas, karena tidak mempunyai kontrak berupa konsekuensi pahala terhadapnya.
Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...
Komentar
Posting Komentar