Manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara ciptaan ALLOH dan Khalifah di muka bumi ini memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi segala problematika kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dalam konteks hubungan dengan ALLOH, sesama makhlukpun menjadi tanggung jawabnya dalam menegakkan syariat-syariat ALLOH agar menjadi hamba yang beriman dan berdudi luhur dengan akhlak yang menjunjung tinggi nilai-nilai islam rahmatan Lil Alamin. Kita tahu hukum-hukum ALLOH di bagi menjadi berapa bagian. Dalam kitab ورقات فى علم وصول الفقه hukum itu ada tujuh, diantaranya Wajib, Mandub, haram, makruh, mubah, sah dan batal, semuanya mempunyai defisii masing-masing. Namun, yang menjadi point penting tulisan ini adalah MUBAH yang artinya apabila dikerjakan tidak berpahala dan tidak berdosa, jika ditinggalkanpun tidak berdosa dan tidak berpahala. Hukum ini cenderung diterapkan pada perkara yang semakin bersifat keduniaan, terkadang oleh orang-orang diartikan kepada sesuatu yang kurang pas, karena tidak mempunyai kontrak berupa konsekuensi pahala terhadapnya.
Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia. Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi. Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman. Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...
Komentar
Posting Komentar