Ketika malas dalam hal yang positif, maka cari cara untuk lebih semangat lagi. Memecut rasa malas sangat banyak, tinggal menambah dosis kalau memang ada yang cocok. Recommend bagi pelajar adalah dengan sering membaca fadilah keagungan ilmu dan derajat yang tinggi di sisi ALLOH. Ketika kau sudah merasa puas karena sudah menguasai sebagian Fan coba baca kisah² santri² jaman dulu seperti Imam Abu Hatim Ar Razi menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama 70 tahun demi ilmu. Padahal secara kapasitas beliau sudah العالم العلامة, tapi beliau tidak pernah puas bahkan terus merasa dahaga akan ilmu pengetahuan. Kalau dalam hati kalian menggerutu "belajarnya jangan terlalu malam", coba kamu baca Fudail bin iyadh dan sahabat²nya mengkaji fikih semalam suntuk sampai subuh. Kalian tidak apa²nya, kalian hanya puing di antara kilauan mutiara. Membaca kisah² beliau dapat membangkitkan jiwa kalian yang mati. Menurut ulama' salaf berkata "kisah adalah salah satu bala tentara ALLOH, dengannya dia meneguhkan wali²nya"
Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia. Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi. Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman. Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...
Komentar
Posting Komentar