Jangan sampai menjadi orang yang pertama kali memberitahukan bagaimana cara jalan maksiat, karena sejatinya engkau juga akan mendapatkan apa yang mereka kerjakan sebab ajaranmu. Begitupun sebaliknya, ketika kalian meberikan arah bagaimana menjadi Mahasiswi cerdas, berwawasan luas dengan kemampuan intelektual dan spiritualnya berjalan bergandengan, maka kalian juga akan mendapatkan pahala sebab mereka mengamalkannya. Pentingnya doktrinisasi dalam dunia kampus, karena tidak bisa dipungkiri ajaran² yang menyimpang berseliweran di luar² kampus, bahkan masuk ke area kampus. Ikuti organisasi yang selalu mengedapankan ajaran² Islam yang ramah, santun dan berakhlak, bukan yang bisanya cuma mengkritisi tanpa solusi. Menjual agama dengan sangat murah, karena nafsu birahi sangat laku di negara kita ini, dengan dalih² modernisasi atau rekonstruksi islam yang ada pada masa² dinasti. Apalagi mengeluarkan bahasa² yang sudah lumrah dikatakan orang² liberal, "Jangan terlalu serius dalam beragama ! Nauzubillah.
Dulu, perempuan rahasia langit. Langkahnya pelan, tunduknya dalam. Ia dilukis dalam sejarah sebagai simbol kelembutan. Bukan dijadikan objek dan dieksploitasi di altar pertunjukan yang katanya majelis sholawat. Perempuan sudah kehilangan eksistensinya dari penjaga nurani menjadi pelayan euforia. Mereka menutup aurat, yes betul. Tapi hanya sekedar bungkus. Isinya goyang ngolek, goyang keramas. Dua istilah yang lebih cocok muncul di warung remang-remang daripada di acara yang konon katanya mejelis cinta Nabi. Dalam pemikiran Simon de Beauvoir: "Perempuan tidak dilahirkan sebagai objek, tapi dibuat menjadi objek oleh struktur budaya". Tapi hari ini, di pentas absurd mereka bukan hanya menjadi objek. Tapi mereka sendiri yang mejadikan objek sebagai dalih ekspresi iman. Gerakan tubuh yang menggeliat di atas panggung bukan bentuk ekspresi spiritual. Itu adalah penghinaan simbolik pada kemulian perempuan. Lantas, di mana rasa malunya? Di mana harkat dan martabatnya? Apakah me...
Komentar
Posting Komentar