Jangan sampai menjadi orang yang pertama kali memberitahukan bagaimana cara jalan maksiat, karena sejatinya engkau juga akan mendapatkan apa yang mereka kerjakan sebab ajaranmu. Begitupun sebaliknya, ketika kalian meberikan arah bagaimana menjadi Mahasiswi cerdas, berwawasan luas dengan kemampuan intelektual dan spiritualnya berjalan bergandengan, maka kalian juga akan mendapatkan pahala sebab mereka mengamalkannya. Pentingnya doktrinisasi dalam dunia kampus, karena tidak bisa dipungkiri ajaran² yang menyimpang berseliweran di luar² kampus, bahkan masuk ke area kampus. Ikuti organisasi yang selalu mengedapankan ajaran² Islam yang ramah, santun dan berakhlak, bukan yang bisanya cuma mengkritisi tanpa solusi. Menjual agama dengan sangat murah, karena nafsu birahi sangat laku di negara kita ini, dengan dalih² modernisasi atau rekonstruksi islam yang ada pada masa² dinasti. Apalagi mengeluarkan bahasa² yang sudah lumrah dikatakan orang² liberal, "Jangan terlalu serius dalam beragama ! Nauzubillah.
Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...
Komentar
Posting Komentar