Ketika sesuatu yang kita cintai hilang, maka kita akan merasa menyesal. Semakin banyak di dunia ini yang kita cintai maka semakin banyak pula penyesalan yang sedang menunggu. Begitupun sebaliknya semakin sedikit yang kita cintai, maka semakin sedikit pula penyesalan yang berujung kenangan. Tatkala temanku di warung kopi karang manggis mengatakan, betapa menyesalnya saya mat karena tidak bisa mendapatkan gadis cantik dengan pesona lekuk tubuhnya yang indah itu, kemudian saya berguman dalam hati. kamu hanya menyesal karena tidak bisa mendapatkannya, sedangkan saya menyesalkan wanita yang sudah dalam genggaman, dan kadar sakitnya tidak seberapa dibandingkan pernah dimiliki kemudian pergi. Bukankah kehilangan anak jauh lebih menyedihkan daripada tidak bisa mempunyai anak.? Ketika kita sudah bersama dengan yang kita cintai itu berangsur lama, maka ketika hilang rasa sedih itu akan terus bersarang dalam lubuk hati. Toh, pada kenyataan kesedihan itu tidak seberapa dibandingkan dengan kesenangannya selama ini !
Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...
Komentar
Posting Komentar