Prof Nadirsyah pernah pernah menulis di bukunya, "Sharing sebelum Shering", "Tidak ada buku yang tidak bagus, tergantung bagaimana kecerdasan si pembaca memahaminya. Semakin orang tersebut IQ-nya cerdas, maka semakin luas pula pemaham yang akan didapat." Sengaja kami mencomot tulisan beliau, agar para dedemit tidak gagal paham. Setelah membaca tulisan Syekh Buthi tentang Sayyidah Aisyah kali ini tulisan Aba Mehmed Aga ingin menyelami lebih jauh lagi pribdai² Ummil Mukminin, bukan ingin mencari perbandingan dengan menjustifikasi salah satunya lebih unggul; tidak, ini hanya rasa penasaran pada dua sosok Perempuan agung dengan akhlak dan kemuliaannya yang tinggi. Hitung² nanti agar ada yang mau diobrolin dengan istri sebelum tidur. Asikkkkk.🤣 Sayyidah Khodijah dengan pengurbanan jiwa, raga dan hartanya mendampingi dakwah Kanjeng Nabi periode awal² Islam dan Sayyidah Aisyah dengan kecerdasan di atas rata² menjadi rujukan para sahabat² pasca wafatnya Kanjeng Nabi. Beliau berdua sama² kecintaan baginda. 🤲🏻
Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...
Komentar
Posting Komentar