Prof Nadirsyah pernah pernah menulis di bukunya, "Sharing sebelum Shering", "Tidak ada buku yang tidak bagus, tergantung bagaimana kecerdasan si pembaca memahaminya. Semakin orang tersebut IQ-nya cerdas, maka semakin luas pula pemaham yang akan didapat." Sengaja kami mencomot tulisan beliau, agar para dedemit tidak gagal paham. Setelah membaca tulisan Syekh Buthi tentang Sayyidah Aisyah kali ini tulisan Aba Mehmed Aga ingin menyelami lebih jauh lagi pribdai² Ummil Mukminin, bukan ingin mencari perbandingan dengan menjustifikasi salah satunya lebih unggul; tidak, ini hanya rasa penasaran pada dua sosok Perempuan agung dengan akhlak dan kemuliaannya yang tinggi. Hitung² nanti agar ada yang mau diobrolin dengan istri sebelum tidur. Asikkkkk.🤣 Sayyidah Khodijah dengan pengurbanan jiwa, raga dan hartanya mendampingi dakwah Kanjeng Nabi periode awal² Islam dan Sayyidah Aisyah dengan kecerdasan di atas rata² menjadi rujukan para sahabat² pasca wafatnya Kanjeng Nabi. Beliau berdua sama² kecintaan baginda. 🤲🏻
Menurut data terbaru badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk usia 15-24 tahun di Indonesia yang tergolong ke dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) mencapai 22,25 persen dari total penduduk dalam kelompok usia tersebut. Fenomena ini sangat mengejutkan. Sebab, hal itu berarti hampir seperempat dari populasi muda di Indonesia (biasa disebut gen Z), yang sebetulnya berada dalam rentang usia produktif, ternyata tidak terlibat dalam aktivitas pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apa pun. Mereka, dengan kata lain, adalah penganggur! Usia produktif seharusnya menjadi penopang bagi penduduk usia nonproduktif. Mereka mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial populasi yang lebih muda dan lebih tua. Namun, tingginya tingkat pengangguran di kalangan gen Z mengacaukan keseimbangan ini. Alih-alih berperan sebagai penopang, mereka malah ikut menjadi beban yang harus ditopang. Jika fenomena seperti ini terus berlanjut, tentu akan sangat membahayakan. Seb...
Komentar
Posting Komentar