Ibnu Al Jauzi menggiring kita untuk selalu mengambil menfaat dari apa yang kita kerjakan. Tentunya sebagai makhluk ciptaan ALLOH yang sempurna dan akal sebagai mudal utama mengantarkan manusia sebagai sosok malaikat, tapi jika hawa nafsu berperan sebagai Imam dan akal sebagai Makmum tentu ini malapetaka yang nyata, karena saat itu juga manusia yang asal derajatnya lebih tinggi dari malaikat akan turun lebih hina daripada binatang buas (الفحوش). Dalam diri manusia ada tiga komponen penting, yang pertama adalah الجزء العقلي yang sisi keutamaanny adalah Ilmu dan sisi ketercelaannya kebodohan, yang kedua الجزء الغضبي yang sisi keutamaannya adalah ketegasan dan sisi ketercelaannya pengecut dan yang ketiga الجزء الشهوني yang sisi keutamaannya adalah menjaga diri dari sesuatu yang tidak baik dan sisi ketercelaannya tidak terkendalinya hawa nafsu. Tiga komponen ini yang kemudian oleh Ibnu Al Jauzi dijadikan rumus untuk mempermudah manusia dalam melaksanakan rutinitas sehari-hari.
Muharrom sangat erat kaitannya dengan perhatian terhadap anak yatim piatu, bahkan sebagian besar masyarakat menyebutnya salah satu hari dalam bulan Muharram (tanggal 10 Asyura) sebagai hari raya anak yatim. Sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 10 tersebut, berbagai kegiatan santunan untuk anak yatim diadakan di berbagai tempat dan lembaga. Pada umumnya, panitia kegiatan santunan anak yatim akan menyelenggarakan acara pengajian dengan mengundang pendakwah dan menghadirkan sejumlah anak yatim piatu yang terdata di masing-masing desa. Pada akhir acara, setiap anak yatim piatu akan diberikan amplop berisi uang secara perorangan di atas panggung." Pada sesi ini, biasanya para pemberi sedekah dan zakat diminta untuk naik ke atas panggung untuk bersalaman, mengusap rambut anak-anak yatim piatu, serta berfoto bersama. Meskipun terlihat sebagai rutinitas biasa yang selalu ada dalam peringatan 10 Muharram (Asyuro), sudahkah kita pernah mempertimbangkan perasaan anak-anak yatim pi...
Komentar
Posting Komentar